đź§Ş Pendahuluan
Gamat, dikenal dalam bahasa Latin sebagai Holothuroidea—terutama spesies seperti Stichopus variegatus dan Stichopus horrens—telah lama digunakan secara tradisional di Asia Tenggara sebagai obat untuk mempercepat penyembuhan luka, mengurangi nyeri, dan meningkatkan daya tahan tubuh (Wikipedia).
1. Aktivitas Antibakteri
- Ekstrak Stichopus variegatus dari Kepulauan Mentawai menunjukkan kemampuan menekan pertumbuhan Streptococcus viridans, bakteri pemicu karies gigi, dengan zona hambat mencapai ~8,45 mm pada konsentrasi 2,5%, dan nilai p = 0,012 (Atlantis Press).
→ Implikasinya, ekstrak gamat potensial sebagai antibakteri oral alami.
2. Mendukung Osteoblast & Penyembuhan Tulang
- Studi in vitro pada human osteoblast cell line (sel pembentuk tulang) mengungkapkan bahwa konsentrasi tertentu (1 mg/ml) meningkatkan viabilitas sel osteoblast pada hari ke-3 (p < 0,001). Meskipun konsentrasi lebih tinggi memperlihatkan tren peningkatan fungsi sel, hasilnya tidak konsisten (PubMed).
- Ini mendukung temuan sebelumnya bahwa pemberian oral ekstrak gamat membantu penyembuhan patah tulang pada kelinci (PMC).
3. Mempercepat Penyembuhan Luka
- Sebuah scoping review (uji klinis & studi in vivo) mencatat bahwa gamat meningkatkan regulasi inflamasi, proliferasi fibroblas, dan angiogenesis, serta mempercepat perbaikan jaringan luka pada berbagai model (insisi, ulkus, luka bakar, dan luka diabetes) (UiTM Journal).
- Dalam formulasi topical seperti Gamat Hydrogel, aplikasinya pada luka bakar pada tikus mempercepat kontraksi luka, meningkatkan regenerasi jaringan, stimulasi fibroblas, dan produksi kolagen (MDPI).
- Terdapat juga uji klinis perbandingan gel gamat vs hydrogel konvensional pada donor graft kulit; meskipun detail hasil belum tersedia secara publik, studi telah selesai direkrut dan dipublikasikan secara protokol .
4. Aktivitas Antioksidan & Bioaktif
- Studi dari Kepulauan Seribu (2021) menunjukkan bahwa ekstrak Stichopus variegatus memiliki aktivitas antioksidan tetapi tergolong lemah, sehingga belum cukup efektif menggantikan antioksidan sintetis (Journal of Universitas Airlangga).
- Sebuah review jurnal menyebutkan sifat farmakologis luas gamat, termasuk antiinflamasi, antitumor, antikoagulan, antimikroba, dan antioksidan, berkat kandungan bioaktif seperti saponin, GAG, kolagen, sterol, dan polifenol (PubMed).
5. Potensi Pencegahan Kanker & Imunomodulasi
- Review dari jurnal Squalen Bulletin (Indonesia) menyimpulkan bahwa senyawa aktif dalam gamat menunjukkan efek antikanker, meningkatkan imunitas, dan bersifat antikoagulan serta antiosteoklastogenesis (bbp4b.litbang.kkp.go.id).
- Namun, menurut American Cancer Society, bukti ilmiahnya masih terbatas: penelitian awal menjanjikan tetapi belum cukup untuk klaim definitif sebagai terapi kanker .
Kesimpulan & Rekomendasi
- Antibakteri oral: potensi nyata melawan bakteri akar karies, meski masih butuh studi lanjutan in vivo dan klinis.
- Osteogenesis: kemampuan pada dosis rendah merangsang sel tulang, dengan indikasi awal keberhasilan pada hewan.
- Penyembuhan luka: dukungan kuat dari berbagai studi in vivo dan formulasi topical; didukung oleh penelitian klinis terbatas.
- Antioksidan: efeknya lemah; belum bisa dijadikan pengganti antioksidan sintetis.
- Antikanker & imunomodulasi: janji awal menarik, tetapi bukti klinis manusia belum memadai.
Rekomendasi Penelitian Selanjutnya
- Uji klinis manusia terutama pada aplikasi luka kulit (gel/topikal).
- Optimasi dosis oral untuk peningkatan fungsi osteoblast.
- Isolasi senyawa bioaktif seperti saponin dan GAG untuk uji antikanker in vivo dan in vitro.
- Studi synergis antara gamat dan terapi konvensional (misalnya antibiotik atau faktor pertumbuhan tulang).
🔍 Rangkuman Singkat
| Khasiat | Bukti Ilmiah | Tahap Penelitian |
|---|---|---|
| Antibakteri oral | Zona hambat terhadap S. viridans | In vitro |
| Osteoblast & Penyembuhan tulang | Efek positif pada sel osteoblast | In vitro & hewan |
| Penyembuhan luka | Dukung fibroblas, angiogenesis, kerja klinis awal | In vivo & formulasi topical |
| Antioksidan | Efek rendah; tidak menggantikan antioksidan sintetis | In vitro |
| Antikanker & Imunomodulasi | Potensial dari review literatur | Studi awal & eksperimen hewan |
➡️ Desain penelitian ilmiah menunjukkan bahwa gamat memiliki potensi terapeutik yang luas, terutama dalam antibakteri oral dan penyembuhan luka. Meski beberapa klaim masih memerlukan bukti klinis manusia yang kuat, hasil riset awal cukup menjanjikan untuk pengembangan produk farmasi dan nutraceutical.